INDONESIA MENJELANG PEMILU 2024    

Dalam Kondisi Pemain Parah, Indonesia Tetap Optimis Juara


ARKADIGITAL.DI |
Berita Baik IndonesiaKondisi fisik para pemain timnas U-23 proyeksi SEA Games 2021 sangat anjlok.

Karena itu, penggenjotan fisik menjadi menu utama bagi Nadeo Argawinata dkk selama TC di Lapangan D Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Pelatih timnas Shin Tae-yong menyatakan, pengondisian fisik para pemain dimulai dari nol. ’’Jujur, selama satu tahun liga tidak bergulir membuat susah. Walau mereka latihan secara mandiri, membuat kondisi 100 persen itu susah sekali,’’ ujar Shin saat diwawancarai awak media seusai latihan kemarin.

Karena itu, juru taktik asal Korea Selatan tersebut berharap liga bisa diselenggarakan dalam waktu dekat. ’’Saya tidak tahu mengapa liga tidak bisa jalan,’’ ucapnya. Indonesia, menurut dia, bisa mencontoh kompetisi di Korea Selatan yang awalnya tidak boleh dihadiri penonton. Namun, kemudian bisa ditonton hingga 25 persen kapasitas stadion. ’’Semoga liga bisa cepat bergulir dan mungkin kerja sama lebih baik dengan kepolisian,’’ harapnya.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyadari bahwa kondisi fisik anjlok lantaran tidak adanya kompetisi. ’’Karena latihan saja tanpa kompetisi sulit. Sehingga tadi coach STY meminta saya agar kompetisi segera dimulai,’’ ujarnya. Kondisi fisik yang masih di bawah standar menjadi pekerjaan rumah paling berat. Apalagi, target yang diemban adalah meraih medali emas di SEA Games Vietnam 2021. ’’Saya optimistis (juara). Tapi, mereka (pemain) sedang dalam kondisi fisik yang parah,’’ kata Iriawan.

Menanggapi target menjadi juara di tengah kondisi pemain saat ini, Shin menyebut hal itu sebagai tantangan. ’’Kita tak bisa bilang kita bisa mendapatkan medali emas. Tetapi, kita akan maksimalkan. Coaching staff akan mempersiapkan,’’ ujarnya. 

Menurut dia, kualitas pemain Indonesia tidak kalah dengan pemain Asia lain. Namun, faktor fisik dan mental itulah yang masih menjadi PR. ’’Jadi, untuk menjadi high-level kita perlu perkuat mental dan fisik,’’ kata mantan pelatih timnas Korsel tersebut. Karena itu, dengan digulirkannya liga, kemampuan pemain diharapkan bisa terkerek.

Sumber : JawaPos.Com